Diduga Pelaku Pencabulan, Bolot Digiring ke Sel Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi

TEBING TINGGI, TRANSPUBLIK,co.id- Seorang pria paruh baya berinisial J alias Bolot (48) selaku Buruh Harian Lepas (BHL) warga Dusun IV Desa Kuta Pinang Kec. Tebing Syahbandar Kab. Serdang Bedagai ditangkap Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi karena diduga melakukan tindak pidana perbuatan cabul, Senin (10/1/2022) sekira pukul 14.00 Wib.

Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Junisar Rudianto Silalahi, SH, MH melalui Kasi Humas, AKP Agus Arianto menjelaskan kepada wartawan, Selasa (11/1/2022) bahwa Bolot ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 36 / I /2022 / SU / RES. TT/SPKT.TT, Tgl. 10 Januari 2022 an. Dewi Safriani (27) warga Jalan Tengku Hasyim Lk. II Kel. Bandarsono Kec. Padang Hulu Kota Tebing Tinggi.

Dijelaskan Agus perbuatan diduga cabul yang dilakukan J alias Bolot terhadap MLS (8) warga Dusun IV Kota Pinang Kec. Tebing Syahbandar Kab. Serdang Bedagai sekira bulan Desember 2021 lalu.

Dimana orang tua korban (saksi) an. Nuna Handayani bersama korban datang kerumah pelapor di jalan Tengku Hasyim lk. II Kel. Bandarsono Kec. Padang hulu Kota Tebing Tinggi untuk memberitahukan perbuatan diduga pelaku J alias Bolot. Mendengar aduan orangtua korban, pelapor langsung membuat laporan ke Polres Tebing Tinggi.

Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi, menindaklanjuti laporan terkait dengan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur MLS, maka pada Senin (10/1/2022) sekira pukul 14.00 Wib personel langsung bergerak ke rumah terlapor J alias Bolot yang berada di Dusun IV Desa Kuta Pinang Kec. Tebing Syahbandar Kab. Serdang Bedagai dan langsung mengamankan serta membawa terlapor ke Mapolres Tebing Tinggi guna proses penyidikan yang lebih lanjut, imbuh Agus.

“Saat ini diduga pelaku J alias Bolot bersama barang bukti berupa 1 (Satu) potong celana panjang warna biru dan 1 (Satu) Potong baju kaos warna orange yang bertuliskan BLUE JEANS TOKYO sudah diamankan,” tutup Agus.

Akibat perbuatannya J alias Bolot dijerat dengan pasal 82 ayat (1) Undang Undang RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu RI Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang –undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman pidana paling singkar 5 (Lima) tahun penjara dan paling lama 15 (Lima belas) tahun penjara.

(TP/AH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *