Giat FGD Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tebing Tinggi, Kapolres Jadi Narasumber

TEBING TINGGI, TRANSPUBLIK,co.id- Dalam pembagunan Kota Tebing Tinggi di masa yang akan datang, perlu dibuat perencanaan yang matang dalam bentuk perencanaan jangka panjang dan jangka pendek.

Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik saat membuka kegiatan FGD Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tebing Tinggi, di Aula Kantor Bappeda, Jln. Delima No. 5 Kota Tebing Tinggi, Kamis (9/12/2021) pukul 09.30 Wib.

Erwin lebih jelas mengatakan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) perlu dilakukan, karena hal itu merupakan penjabaran dari Visi Misi arah Kebijakan dan sasaran pokok pembangunan daerah jangka panjang untuk 20 tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) dan RTRW (Rencana Tata Ruang Dan Wilayah).

Kemudian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan penjabaran dari visi misi dan Program kepala daerah yang memuat tujuan sasaran strategis arah kebijakan pembangunan daerah dan keuangan dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu 5 tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional)

Erwin juga memaparkan tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang menjadi turunan dari RPJMD yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu, tahun yang disusun dengan berpedoman pada RKP (Rencana Kerja Pemerintah) dan program Strategis Nasional yang di tetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Dikatakannya Pemerintah Kota Tebing Tinggi saat ini telah melakuka beberapa langkah langkag yakni Bappeda Kota Tebing Tinggi telah melakukan Evaluasi atas RPJMD 2017 – 2021 Kota Tebing Tinggi. Bappeda juga telah berkonsultasi dengan Bappeda Provinsi Sumut dan Direktorat Jenderal pembangunan Daerah Kemendagri Republik Indonesia.

“Bappeda telah melakukan rapat koordinasi dengan SKPD di Kota Tebing Tinggi dengan mengumpulkan masalah apa yang ada dan membuat pemetaan untuk program yang akan dilakukan dalam menyelesaikan masalah baik program yang sifatnya top down atau mandatori atau lintas sektoral. Dan Bappeda juga telah membuat FGD dengan menghadirkan akademisi dan stakeholder terkait,” tutur Erwin Suheri Damanik.

 

Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Mochamad Kunto Wibisono, SH, S.IK, M.Si melalui Kasi Humas, Iptu Agus Arianto menyebutkan kehadiran Polri untuk membantu pengawasan Eksternal terkait dengan Perencanaan Pembangunan Daerah di Kota Tebing Tinggi. Untuk itu Polri akan selalu siap mendukung program – program yang akan dilaksanakan demi kemajuan Kota Tebing Tinggi.

Kegiatan FGD ini diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab oleh peserta dengan Kapolres sebagai nara sumber pada kegiatan tersebut.

Seputar vaksinasi, kata Kapolres, saat ini Vaksinasi dilakukan bagi ibu hamil yang dimulai dari tanggal 09 Desember 2021 dan dilaksanakan di RSU Kumpulan Pane.”Sasaran ibu hamil di Kota Tebing Tinggi ada sebanyak 349 orang yang akan divaksin. Dan Dinas Pemberdayaan perempuan telah mempunyai 1000 kader yang bersinergi dengan Posyandu,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan Vaksinasi merupakan gugus tugas, kegiatan gugus tugas berkaitan dengan penanganan vaksin ibu hamil (stunting).
Polri siap membantu terkait kegiatan-kegiatan yang dilakukan agar berjalan dengan baik.

“Kami Polres Tebing Tinggi telah banyak melakukan upaya – upaya dalam percepatan Vaksinasi di Kota Tebing Tinggi. Kami juga menghimbau agar kita mendownload aplikasi peduli Lindungi. Terkait pemberdayaan perempuan, kita telah melakukan penyetaraan zender, bagi saya siapa yang mampu dialah yang maju,” imbuhnya.

Seputaran Pendidikan, Kapolres menyebutkan bahwa saat ini Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi sedang membuat program Digitalisasi pendidikan. Contohnya dalam penyediaan papan tulis Digital yang saat ini Kota Tebing Tinggi telah memiliki 16 Unit. Program ini tetap dilanjutkan di tahun 2023. Selain itu Kapolres juga menyinggung bahwa masih banyak gedung sekolah – sekolah yang fisik bangunannya memprihatinkan.

“Saya sangat setuju dan mendukung dengan program Digitalisasi pendidikan dimana dengan program tersebut akan menghasilkan pelajar yang Cerdas, dan para pelajar kita tidak ketinggalan dengan kemajuan teknologi. Dengan diadakannya Program Digitalisasi pendidikan kita yang di daerah mampu bersaing dengan yang di tingkat provinsi maupun ditingkat pusat,” ucapnya.

Berbicara mengenai lingkungan hidup dimana saat ini perubahan iklim sangat extrim. Perubahan iklim yang mengakibatkan bencana alam banjir dan pasca banjir banyak sampah yg berserakan.

Dijelaskannya saat ini dinas lingkungan hidup memiliki keterbatasan fasilitas dan sarana. Untuk itu dibutuhkan beberapa fasilitas seperti armada pengangkutan sampah, di Kota Tebing Tinggi ada masih 10 armada pengangkut sampah itupun dengan kondisi yang kurang baik.

Harapannya kedepan Dinas lingkungan hidup telah berupaya dan telah mengajukan Outdoor Fitness yang akan kita buat di Lapangan Merdeka. “Kami juga telah melakukan penanaman pohon dan juga membuat pembibitan sendiri untuk mengganti pohon yg sudah tua,” imbuh Kapolres.

Beliau juga menyinggung tentang rumah singgah yang hingga saat ini di Kota Tebing Tingi belum ada. Untuk itu direncanakannya akan membuat rumah singgah tempat orang-orang yang tidak mempunyai keluarga/ terlantar.

Dari paparan dan tanya jawab ada beberapa hal yang menjadi catatan untuk segera disosialisakan kedepannya yakni :
1. Berkaitan dengan perubahan iklim yang Extrim yang dapat mengakibatkan bencana alam, Polres Tebing Tinggi selalu menyiapkan Tim SAR dari Sat Sabhara Polres Tebing Tinggi.

2. Perlu dibuat ruang terbuka ramah anak yang mengedukasi anak mengajak anak – anak ke alam terbuka, dimana anak anak dapat bermain dan menghilangkan rasa stres pada anak.

3. Perlu kiranya kita buat gerakan pembersihan sampah dengan mengundang berbagai instansi, mari kita bersama sama memberikan rangsangan Kepada masyarakat sehingga masyarakat sadar sampah.

4. Perlu kiranya kita menyiapkan AMDAL tempat pembuangan akhir.
5. Kita perlu melakukan pembinaan terhadap anak jalanan dengan melatih mereka agar menjadi terampil seperti contoh mengundang pengusaha UKM sebagai tim pelatihan.

Kegiatan FGD yang dihadiri Kepala Bappeda Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik, Sekretaris Bapeda Kota Tebing Tinggi Sanulita Viviana dan Para SKPD Kota Tebing Tinggi berakhir pukul 11.30 Wib, Selama kegiatan berlangsung situasi dalam keadaan aman dan baik.

(TP/AH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *