Polsus KA Serahkan Seorang Karyawannya ke Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi Diduga Lakukan Pencurian

TEBING TINGGI, TRANSPUBLIK, co.id- Seorang Pria berstatus Karyawan BUMN berinisial MSN (30) warga Jalan Sei Kelembah Gg. Gandum II Lingk. VII RT/RW 007/007 Kelurahan Durian Kecamatan Bejenis Kota Tebing Tinggi / Dusun VII Desa Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai terpaksa harus mendekam di sel Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi.

Pasalnya pada hari Selasa (23/11/2021) sekira pukul 01.00 Wib Polsus KA (para saksi) menemukan barang berupa pandrol sebanyak 479 buah dan de-clip sebanyak 2 buah yang terdapat dibelakang rumah saudara Jaka Taruna.

Kemudian sekira pukul 06.00 Wib, Pelapor an. Ida Bagus Ardano (54) dihubungi oleh saksi Marcho Haegen Padang (30). Dia mengatakan bahwasanya telah ada anggota kita (Karyawan PT. Kereta Api Indonesia Cabang Kota Tebing Tinggi an. MNS) ditangkap oleh Polsus KA.

Pengakuan terlapor MSN kepada Polsus KA bahwasanya ada 50 buah pandrol yang telah dicurinya yang disimpan dirumah Jaka Taruna. Selain itu terlapor juga mengakui telah mencuri barang barang berupa 1 (satu) pasang plat sambung, 6 (enam) buah baut sambung dan 7 (tujuh) buah base plate.

Semua barang-barang tersebut semula disimpan di gudang PT. KAI Kota Tebing Tinggi. Atas kejadian tersebut PT. KAI mengalami kerugian sebesar Rp. 5.068.000 (lima juta enam ratus delapan ribu rupiah).

Polsus KA bersama dengan Pelapor akhirnya melaporkan peristiwa tersebut dab membawa terlapor MSN ke Polres Tebing Tinggi untuk proses selanjutnya.

Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Junisar Rudianto Silalahi,S.H lewat Kasi Humas, Iptu Agus Arianto kepada wartawan membenarkan peristiwa tersebut.

“MSN benar telah diserahkan pihak Polsus KA diduga tepah melakukan pencurian. Diduga pelaku ditahan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 824 / XI / 2021 / SPKT / POLRES TEBING TINGGI / POLDA SUMATERA UTARA tanggal 26 November 2021 atas nama Pelapor IDA BAGUS ARDONO,” jelas Kasi Humas.

Kata Agus saat ini diduga pelaku MSN bersama barang bukti berupa Penambat E-clip (Pandrol) sebanyak 50 (lima puluh) buah x @Rp. 29.800 = Rp. 1.490.000 (satu juta empat ratus sembilan puluh ribu rupiah), Plat sambung sebanyak 1 (satu) pasang x @Rp. 1.796.600 = Rp. 1.796.600 (satu juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu enam ratus ribu rupiah).
Bauh sambung sebanyak 6 (enam) x @Rp. 32.900 = Rp. 197.400 (seratus sembilan puluh tujuh empat ratus ribu rupiah) dan Base Plate sebanyak 7 (tujuh) x @Rp. 226.400 = Rp. 1.584.800 (satu juta lima ratus delapan puluh ribu delapan ratus rupiah).

“Diduga pelaku MSN akibat perbuatannya dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tutu Agus.

(TP/AH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *